Paya Lipah – Pembukaan Program Magister (S2) Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Aceh, Peusangan Bireuen, resmi diluncurkan (launching) di kampus setempat pada Sabtu (18/2/2023). Program S2 PAI ini sebelumnya telah memperoleh izin dari Direktorat Pendidikan Tinggi Agama Islam (Diktis) Kementerian Agama RI sejak November 2022.
Peluncuran program pascasarjana ini dilakukan langsung oleh Kasubdit Pendidikan Agama Islam Direktorat Pendidikan Islam Kemenag RI, HM Adib Abdushomad MEd PhD (Gus Adib), bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj di kampus yang berlokasi di Desa Paya Lipah, Kecamatan Peusangan, Bireuen.
Dalam kuliah umum perdana, Gus Adib menyampaikan bahwa hingga Februari 2023, Program Magister PAI merupakan prodi pascasarjana pertama yang lahir di Universitas Islam Aceh. Beliau memberikan motivasi kepada para mahasiswa untuk mengedepankan adab dan akhlak mulia dalam memperkuat syariat Islam di berbagai aspek kehidupan agar menjadi Rahmatan Lil Alamin.
Rektor Universitas Islam Aceh, Dr. Nazaruddin MA, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gus Adib. Beliau juga menitipkan harapan agar izin untuk Program Magister Prodi Hukum Islam dapat segera terbit mengingat tingginya minat calon mahasiswa.
“Target awal kita hanya 40 orang untuk Prodi PAI S2, namun yang mendaftar mencapai 83 orang. Dengan berbagai pertimbangan, kami menerima 50 mahasiswa untuk angkatan pertama ini,” ujar Dr. Nazaruddin. Beliau menambahkan bahwa pendaftar yang belum tertampung di gelombang pertama akan diarahkan pada gelombang berikutnya.
Ketua Pembina Yayasan Almuslim Peusangan, Rusyidi Mukhtar SSos, yang juga menjabat sebagai Ketua DPRK Bireuen, turut menyatakan dukungannya. Ia berharap izin Prodi Hukum Islam segera keluar dan menyatakan niatnya untuk menjadi mahasiswa pertama di prodi tersebut.
“DPRK dan Pemkab Bireuen tentu mendukung penuh kemajuan pendidikan di sini sesuai kemampuan anggaran daerah. Salah satu bukti nyata adalah pengalokasian dana untuk pembangunan jalan masuk ke kampus Universitas Islam Aceh yang kini telah teraspal setelah puluhan tahun,” pungkas Rusyidi Mukhtar.



Belum ada komentar